Menu

Mode Gelap

Sulselkita · 25 Jul 2025 19:35

Mengabdi Hingga Akhir: Kisah Dedikasi Camat Palakka yang Wafat Saat Bertugas


Mengabdi Hingga Akhir: Kisah Dedikasi Camat Palakka yang Wafat Saat Bertugas Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Langit Palakka mendung, seakan ikut berduka. Andi Timbang Terama, Camat Palakka yang dikenal dekat dengan rakyat, menghembuskan napas terakhirnya di tengah tugas—tepat saat Ia berdialog dengan warga Desa Mico, Jumat (25/7).

Sebuah akhir yang menggambarkan perjalanan hidupnya: setia hingga detik terakhir.

Tak banyak pemimpin yang meninggal di medan pengabdian. Namun, Andi Timbang Terama memilih untuk tetap bekerja, meski ajal tak bisa ditunda.

Saat itu, Ia tengah memantau program pembangunan desa, mendengar langsung keluhan warga, seperti biasa dilakukannya. Tiba-tiba, tubuhnya tak lagi kuat menahan beban.

“Beliau jatuh saat sedang berbicara dengan seorang petani. Sempat dibawa ke puskesmas, tapi nyawanya tak tertolong,” kata Amir, salah seorang staf kecamatan yang menyaksikan detik-detik terakhir sang camat.

Andi Timbang bukan sekadar nama di balik meja kantor. Ia dikenal sebagai pribadi yang hangat, selalu menyapa setiap warga yang dijumpainya. Tak peduli hujan atau terik, ia kerap blusukan ke pelosok desa, memastikan tak ada yang tertinggal.

Baca juga :   Bersama Pancasila Wujudkan Indonesia Emas

“Bapak Camat selalu datang tanpa pemberitahuan. Kadang kami kaget melihatnya tiba-tiba di tengah sawah, menanyakan kesulitan kami,” kenang Siti, warga Palakka yang kerap bertemu almarhum.

Kabar kepergiannya menyebar cepat, menyisakan duka mendalam. H. Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, mantan Bupati Bone dua periode, turut menyampaikan kesedihannya.

“Innaa Lillahi Wa Innaa Ilaihi Roji’un. Andi Timbang adalah contoh pemimpin sejati—sederhana, jujur, dan mencintai rakyatnya. Kami kehilangan seorang abdi negara yang langka,” ucapnya dengan suara bergetar.

Tak hanya dari kalangan pejabat, puluhan warga spontan berdatangan ke kediaman almarhum. Mereka mengenangnya sebagai sosok yang tak pernah menolak mendengar, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

Kini, ruang kerjanya kosong. Meja yang biasa dipenuhi berkas usulan proyek warga masih rapi, seolah menunggu pemiliknya kembali. Namun, jejaknya tetap hidup: dari jalan desa yang kini lebih baik, hingga senyum warga yang pernah dibantunya.

Andi Timbang Terama mungkin telah pergi, tetapi semangatnya—untuk melayani hingga titik akhir—akan terus menjadi inspirasi.

Sebuah pesan sederhana: pemimpin sejati tak pernah berhenti bekerja, bahkan untuk nafas terakhirnya. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

Baca Lainnya

Mentan Amran Bukber Di Kampung Halaman, Tegaskan Pejabat Sebagai Pelayan Masyarakat

19 Maret 2026 - 23:55

Wabup Bone Hadiri HLM TPID dan TP2DD Sulsel, Bahas Stabilisasi Harga Jelang HBKN

13 Februari 2026 - 16:38

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti Massal di Pasar Palakka, Wujudkan Gerakan ASRI

13 Februari 2026 - 14:17

Dialog Bupati Bone dan Warga Awangpone, Perpanjangan Runway Bandara Direstui hingga 2.500 Meter

29 Januari 2026 - 21:06

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti, Eks Lapas Disiapkan Jadi Pusat Pembinaan Sosial

27 Januari 2026 - 17:57

Jelang Tahun Baru, TNI Bersih-bersih TMP Bone sebagai Wujud Hormat kepada Para Pahlawan

30 Desember 2025 - 17:55

Trending di Sulselkita