SULTRAKITA.COM Baubau — Sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Baubau menyalurkan bantuan asuransi kepada nelayan. Belum lama ini, sebanyak 1.904 nelayan yang tersebar diseluruh wilayah Kota Baubau, mendapat asuransi kesehatan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau, Sadidi mengungkapkan, untuk penyerahan perdana dilakukan sejak Selasa 05 Desember 2017 lali yang difokuskan di Kecamatan Betoambari yaitu sebanyak 247 nelayan tersebar di Kelurahan Labalawa, Sulaa, Lipu dan Katobengke.
“Yang punya kartu nelayan sudah pasti dia akan dapat asuransi nelayan. Karena nama mereka sudah teregister didata Dinas Keluatan dan Perikanan, selanjutkan akan diteruskan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk kecamatan lain, penyerahannya akan kita carikan waktu yang tepat,” kata Sadidi.
Cara pemanfaatan asuransi nelayan itu kata Sadidi, hampir sama dengan dengan penggunaan kartu Jaminan Kesehatan lainnya. Bahkan, nelayan bisa langsung mengklaim asuransi tersebut, dan selanjutnya akan dispesifikasikan seperti apa proses kejadian yang menimpa nelayan untuk menentukan berapa besaran jumlah asuransi yang bisa diperolehnya.
“Kecelakaan di laut dan di darat bagi nelayan itu berbeda. Contohnya kalau kecelekaan di darat, itu bisa diklaim hingga Rp160 juta langsung masuk dalam rekening mereka. Makanya semua nelayan wajib punya nomor rekening. Selain kecelakaan, sakitpun nelayan bisa mengklaim asuransi. Itulah bentuk kepedulian pemerintah terhadap nelayan. Kami juga masih terus lakukan pendataan karena belum semua nelayan di Baubau sudah punya kartu nelayan. Kita awalnya terget 2.500 nelayan, namun akan terus bekembang karena berdasarkan informasi jumlah nelayan di Baubau hampir mencapai 5.000 orang,” tambahnya. (hs)






