SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) menggelar Musyawarah Lokal ke IX di Aula La Teya Riduni, kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Jumat (26/5).
Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi sebagai Plt Orari Bone menghadiri sekaligus membuka Muslok Orari Bone Ke IX tahun 2023.
Andi Fahsar didampingi ketua Dewan Pengawas dan Penasehat Orari Bone Periode 2019-2022, H Alimuddin Massappa, serta Arfan Tualle selaku perwakilan Orari Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya Andi Fahsar mengatakan, pada prinsipnya Muslok Orari merupakan agenda rutin untuk memilih pengurus, serta sebagai wadah untuk merumuskan program kerja yang ingin dicapai.
“Saya kira dengan terbentuknya formasi ke depan, saya kira lebih terorganisir, karena ini adalah menjadi ujung tombak pendekatan kepada persoalan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Andi Fahsar.
Ia berharap agar kedepannya Orari tidak hanya peduli terhadap permasalahan internal saja akan tetapi Orari diharapkan peduli kepada masalah yang terjadi dalam masyarakat.
“Kedepan ibu bapak sekalian Orari ini untuk tidak hanya berpikir dalam berhadap persoalan internalnya saja, tetapi Orari harus peduli terhadap apa yang terjadi di masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut Andi Fahsar mengatakan, sejauh ini masih banyak program Orari yang belum berjalan dengan baik, dan ini semua menjadi catatan dalam musyawarah lokal Orari Bone Ke IX tahun 2023.
“Masih banyak daerah yang tidak tersentuh Signal, sehingga dibutuhkan komunikasi dalam rangka menghubungkan antar daerah agar dapat tersinergi dengan baik, dengan cara memasivkan jaringan radio sebagai alat komunikasi,” tutupnya. (WRD)






