SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Potensi Perekonomian Bone hari ini makin menggeliat, terbukti dengan adanya lirikan investor dari negara lain yang melihat besarnya potensi lahan untuk dikelola dalam industri cocoon.
Komisaris PT Mulberry Silk Industries Peter asal Hongkong melihat adanya pangsa pasar yang begitu besar di Kabupaten Bone untuk pengembangan Industri cocoon.
Cocoon sendiri merupakan kepompong ulat bulu yang dikembangkan untuk diekspor sebagai bahan baku pembuatan kain sutra.
Hal ini diutarakannya setelah melakukan pertemuan dengan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Plt Kepala Dinas Pertaniam Nurdin, Kabid Perkebunan Abdul Rauf, serta Direktur PT Mulberry Silk Industries Xu Jing dari Tiongkok.
“Kami melihat Kabupaten Bone memiliki potensi besar untuk memproduksi Cocoon dengan lahan yang cukup luas untuk mengembangkan industri ini, kami menargetkan 2000 hektar lahan untuk budidaya cocoon yang nantinya bernilai ekonomi tinggi untuk dipasarkan, dan diekspor ke negara lain,” kata Peter, Jumat (11/5).
Rencananya PT Silk Mulberry Industries menargetkan 2000 hektar lahan di Desa Amali untuk dijadikan lokasi industri pengembangan Cocoon, sehingga dapat menjadi potensi ekonomi baru bagi masyarakat Bone.
Perusahaan ini juga akan memfasilitasi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam industri ekonomi Cocoon berupa bibit ulat, bibit murbey, dan peralatan gratis, sedangkan untuk cocoon sendiri dihargai sebesar Rp. 60.000 perkilo. (WRD)






