SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggelar rangkaian kegiatan akademik berupa Workshop Kurikulum, FGD Guru, Presentasi Poster Mahasiswa, serta Kuliah Umum Internasional di Hotel Sutan Raja Kolaka, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Mr. Todd Dias, sebagai narasumber utama.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperluas wawasan sivitas akademika mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris dan pendidikan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat peran aktif generasi muda dalam transisi energi berkeadilan, serta memperkenalkan peluang kolaborasi dan beasiswa dari Pemerintah Australia. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum bagi USN Kolaka dan Konsulat Jenderal Australia di Makassar untuk mempererat hubungan akademik.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP USN Kolaka, Dr. Syarifuddin Tundreng, S.S., M.Pd, yang menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan diawali dengan Workshop Kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris yang melibatkan guru dan siswa dari berbagai sekolah. Workshop ini fokus pada penguatan desain pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era digital sekaligus mempertimbangkan karakteristik wilayah pertambangan di Kolaka. Kegiatan dilanjutkan dengan FGD Guru yang memetakan kebutuhan, tantangan, serta arah pengembangan kurikulum berbasis konteks lokal. Sementara itu, presentasi poster mahasiswa menampilkan inovasi media ajar serta gagasan kreatif para mahasiswa dalam pengembangan pembelajaran.
Lebih dari 300 peserta yang terdiri atas guru, siswa, mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, dan perwakilan perusahaan menghadiri kegiatan ini, menjadikannya ajang pertukaran ide lintas sektor yang dinamis dan produktif.
Puncak acara berlangsung dalam Kuliah Umum Internasional oleh Konjen Australia, Todd Dias. Dalam paparannya, ia menyinggung kedekatan sejarah dan hubungan budaya Australia–Indonesia, termasuk keterkaitan budaya masyarakat Indonesia dengan suku Yolngu di Australia Utara. Ia juga menampilkan ragam budaya masyarakat Aborigin serta kontribusi Australia pada inovasi sains, teknologi, dan kesehatan.
Todd memperkenalkan berbagai peluang internasional yang dapat diakses mahasiswa dan dosen USN Kolaka, mulai dari Australia Awards Scholarships, hingga program pertukaran pemuda seperti AIYEP dan AIMEP.
“Kami melihat potensi besar di Kolaka dan sangat senang dapat berbagi mengenai peluang studi, pertukaran, dan kolaborasi dengan USN Kolaka,” ujar Todd Dias.
Rektor USN Kolaka, Dr. H. Nur Ihsan HL., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Konsulat Australia dan menyebut kegiatan ini sebagai pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas.
“Dialog ini membuka jalan bagi kerja sama yang bermanfaat bagi pengembangan SDM, riset, dan literasi global mahasiswa. Kami siap memperkuat jejaring internasional,” pungkasnya. (bak)






