Menu

Mode Gelap

Buton Utara · 24 Jun 2021 15:05

Butur Akan Terapkan Jaringan Siaga


 Ketgam : Sosialisasi Rancangan Jaga Butur di Aula Setda Butur. Perbesar

Ketgam : Sosialisasi Rancangan Jaga Butur di Aula Setda Butur.

SULTRAKITA.COM, BURANGA – Mendeteksi dan mencegah dini potensi konflik sosial di Kabupaten Buton Buton Utara (Butur) akan dirancang proyek perubahan Jaringan Siaga Butur (Jaga Butur) yang akan melibatkan stakeholder bersama masyarakat dalam waktu dekat.

Perancang Jaga Butur Agus Pria Budiana mengatakan, dalam rancangan itu akan dibentuk forum koordinasi Jaga Butur yang bertugas menggali informasi terkait potensi konflik sosial yang akan dikaji oleh devisi-devisi. Hasil kajian tersebut akan di berikan kepada instansi terkait atau instansi yang berwenang untuk segera di tindaklanjuti.

“Latar belakang lahirnya ide dan gagasan Jaga Butur ini salah satunya karena melihat Negara Indonesia merupakan negara majemuk dan beragam. Sehingga kondisi-kondisi tersebut akan mempengaruhi perilaku atau kelompok dengan individu dan kelompok lainnya,” kata Kepala Kesbangpol Butur ini saat ditemuai awak media beberapa waktu lalu

Mantan Kadis Pendidikan ini menjelaskan, instrumen tentang penanganan konflik sosial juga diatur di Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2012 yang menjadi dasar lahirnya Jaga Butur. Dimana UU tersebut menyatakan bahwa penanganan konflik sosial adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum pada saat, maupun sesudah terjadi konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik.

Baca juga :   Pj Kades Rombo Lakukan Pencopotan Massal Aparat Desa

Kemudian ditindaklanjuti dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gangguan keamanan dalam negri serta di terbitkannya kebijakan Kapolri berupa Perkap Nomor 8 Tahun 2013 tentang teknis penanganan konflik sosial.

“Mewujudkan kondisi tersebut di perlukan kerjasama antar seluruh unsur strakeholder bersama masyarakat. Sebab masyarakat merupakan elemen penting dalam berperan meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk potensi konflik,” ujar Agus Pria Budiana.

Ia menambahkan, selama ini peran masyarakat masih rendah dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tempat tinggalnya. Sebagian besar masyarakat bahwa menciptakan keamanan dan ketertiban merupakan tugas aparat pemerintah atau instansi yang berwenang. Sementara disisi lain penanganan keamanan masih bersifat parsial atau masih di tangani instansi yang berwenan berdasarkan tupoksi masing-masing.

Olehnya itu, ia berharap seluruh pihak perlu menyatukan presepsi untuk mencegah potensi konflik dan menjaga kondisi lingkungan yang aman, tertib, tenang dan nyaman dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Harapannya dengan lahirnya Jaga Butur akan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini potensi konflik, pencegahan dan penanganan konflik secara cepat,” tandas mantan Camat Kambowa ini.

Baca juga :   Media Center Covid-19 Butur Resmi Dibentuk

Diketahui, jumlah penduduk Kabupaten Butur sebanyak 66.291 jiwa. Terdiri dari enam (6) kecamatan, dua belas (12) kelurahan, tuju puluh delapan (78) desa. Selain di diami oleh suku asli Buton Utara, juga banyak terdapat suku pendatang, sehingga ada kemajemukan dan keberagaman dalam kehidupan sosial masyarakat. (fir)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Bupati Bersama Pengurus Baznas Buton Utara Serahkan Donasi Masyarakat Untuk Palestina

29 November 2023 - 22:08

Tahapan Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Butur Resmi Dibuka

18 Maret 2023 - 18:04

Pengumuman Hasil Rekrutmen Guru P3K di Butur Dipertanyakan

12 Maret 2023 - 08:56

Sopir Angkot Segel Dinas Perhubungan Butur

7 Februari 2023 - 16:41

Pemkab Butur Pasang 500 Patok Bidang Tanah di Wakorut

4 Februari 2023 - 00:28

88 Kelompok Nelayan Butur Terima Bantuan Alat Tangkap Ikan

27 Januari 2023 - 22:04

Trending di Buton Utara
error: Content is protected !!