SULTRAKITA.COM, Buton Tengah – Wujudkan partisipasi dalam penanganan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka Kampus B Buton Tengah bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan penanganan pencegahan stunting di Desa Wongko Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah.
Menurut dosen pembimbing, Saparuddin, salah satu program unggulan KKN adalah penanganan pencegahan stunting.
“Desa Wongko Lakudo merupakan daerah tertinggi stunting di Kecamatan Lakudo, maka program ini sangat tepat dilaksanakan di desa tersebut. Sasaran utama dalam penanganan pencegahan stanting yaitu ibu menyusui, ibu hamil, dan balita,” kata Saparuddin.
Saparuddin menjelaskan, penyebab tingginya angka stunting di desa Wungko Lakudo diantaranya kurangnya akses terhadap makanan bergizi, sehingga masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi dan bernutrisi.
“Upaya yang dilakukaan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) USN Kolaka Buton Tengah, bersama BKKBN Selawesi Tenggara dalam upaya penurunan pencegahan stunting dengan mengadakan program Dashat (Dapur Sehat) yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan cara mengelola makanan bergizi dengan memanfaatkan pangan lokal mudah dan terjangkau,” jelasnya.
Sementara, Kepala Desa Wongko, La Juman mengatakan bahwa program penanganan pencegahan stunting ini sangat penting dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Desa Wongko.
“Dengan dilaksanakannya program penanganan pencegahan stunting di Desa Wongko oleh mahasiswa KKN bekerjasama dengan BKKBN Sultra, sangat membantu kami dalam penanganan dan pencegahan stunting,” kata La Juman. (bak)






