SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Debat perdana pemilihan Bupati Kabupaten Bone Tahun 2024 digelar di Hotel Novena jalan Ahmad Yani, Rabu (30/10), mengusung tema ” peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat melalui pembangunan yang inklusif”.
Debat perdana ini diikuti oleh ketiga pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Bone, Paslon nomor urut 1 SipakarioMi-Andi Rio Idris Padjalangi-Amir Mahmud, paslon nomor urut 2 All IN Andi Islamuddin-Andi Irwandi Natsir, dan paslon nomor urut 3 BerAmal Andi Asman Sulaiman-Andi Akmal Pasluddin.
Dalam Debat Publik pertama ini Paslon nomor urut 3 BerAmal cukup handal dalam menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan.
Tampil elegan dan tenang Andi Asman Sulaiman- Andi Akmal Pasluddin mengikuti proses debat hingga akhir, tidak nampak raut ketegangan pada Wajah kedua Paslon BerAmal tersebut,Penyampaian jawaban dilakukan tidak muluk-muluk, namun secara gamblang dan lugas.
Semua jawaban yang diberikan oleh Paslon BerAmal mengarah kepada bagaimana mensejahterakan masyarakat mulai dari wilayah kota hingga ke pelosok desa.
Hal ini Sesuai dengan visi misi BerAmal “Maberre” Mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan yang kesemuanya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Salah satu hal yang dipaparkan diantaranya adalah bagaimana mendekatkan pelayanan masyarakat sampai ke tingkat Kecamatan, contohnya dalam pembuatan KTP.
Andi Asman Mengatakan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, ia akan berupaya agar masyarakat tidak perlu lagi ke kota untuk membuat KTP cukup di kecamatan, mengingat masyarakat yang bertempat tinggal diwilayah terluar harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke Kota Bone.
Menurutnya Masyarakat menginginkan akses kemudahan dalam kepengurusan yang kerap kali menyulitkan mereka.
“Kita harus giat melakukan usaha perbaikan dalam rmeningkatkan pelayanan kepada masyarakat, implementasi adalah hal yang penting dalam memaksimalkan pelayanan, ” ucapnya.

Sementara itu senada dengan Andi Asman Sulaiman, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan akan terus mendorong pelayanan berbasis digital yang efektif sehingga masyarakat dapat terbantu dan tidak memakan waktu yang panjang dalam pengurusan.
“Kita harus melaksanakan transformasi pelayanan rakyat apalagi di era digitalisasi ini, sehingga kedepannya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat efektif dan efisien,” pungkas Andi Akmal. (WRD)






