Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 11 Des 2024 21:50

Mahasiswa USN Kolaka Ikuti Program Kemanusiaan MBKM Internasional di Malaysia


sanggar ladang kosma (kelapa sawit) Perbesar

sanggar ladang kosma (kelapa sawit)

SULTRAKITA.COM, Kolaka – Empat mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terlibat dalam program kemanusiaan bertajuk Kampus Mengajar di Malaysia. Program ini merupakan hasil kerja sama antara kampus INTI International University Malaysia dengan beberapa kampus ternama di Indonesia salah satunya adalah USN Kolaka, dengan fokus pada pemberantasan buta aksara dan pendidikan anak-anak Indonesia usia SD dan pra-sekolah di Sanggar Bimbingan (SB).

Sanggar Bimbingan adalah tempat belajar informal yang didirikan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang lahir di Malaysia. Beberapa lokasi SB yang ditempati oleh mahasiswa USN Kolaka yang menjadi sasaran program ini berada di Ladang Kosma (kebun sawit), Bahau, dan Selangor.

Ray Suryadi, dosen pendidikan Bahasa Inggris USN Kolaka sekaligus yang mendampingi para mahasiswa ini, menjelaskan bahwa program ini sangat penting untuk berbagai pihak.

Mahasiswa ngajar di sekolah malaysia

“Program kemanusiaan ini sangat bermanfaat untuk banyak pihak, baik bagi anak-anak Indonesia yang lahir dan tinggal di Malaysia, mahasiswa yang melakukan praktik mengajar, pengelola sanggar yang terbantu akan kehadiran pengajar, serta kampus pengirim dan penerima,” ungkapnya.

Baca juga :   KKN di Unamendaa, Mahasiswa USN Kolaka Gelar Seminar Program Kerja

Menurut Ray, anak-anak dari pekerja migran ini berada dalam situasi yang rentan. Anak-anak ini sering kali tidak dapat mengakses sekolah formal di Malaysia akibat status mereka yang stateless (tanpa kewarganegaraan) dan kendala peraturan setempat. Status mereka sebagai stateless disebabkan oleh orang tua yang tidak memiliki dokumen resmi ketika bekerja di Malaysia, sehingga anak-anak tersebut tidak memiliki akta kelahiran maupun paspor.

Hal ini membuat mereka tidak dapat mendaftar di sekolah negeri maupun swasta yang biayanya tidak terjangkau. Jika tidak mendapatkan akses pendidikan, anak-anak ini berisiko menjadi Anak Tidak Sekolah (ATS) dan buta aksara.

Salah satu pengurus sanggar belajar mengatakan bahwa dia sangat bersyukur dengan datangnya mahasiswa untuk mengajar anak-anak di sini.

“Kalau tidak ada yang pengajar siapa yang akan mengajar mereka sementara kami juga bekerja, kami hanya menyediakan tempat untuk belajar mengajar” terangnya.

Program ini bukan hanya mendidik anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Selain menjadi guru dan pembimbing, mereka juga menjadi sahabat dan figur orang tua angkat bagi anak-anak pekerja migran tersebut.

Baca juga :   Wagub Sebut Dana Desa Bisa Dialokasikan Untuk Penurunan Angka Stunting

Kehadiran mahasiswa USN Kolaka di SB membantu menjamin kontinuitas akses pendidikan, sekaligus memberikan harapan baru bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Kerja sama internasional antara USN Kolaka dan INTI International University Malaysia ini diharapkan dapat menjadi model program kemanusiaan yang berkelanjutan, mengatasi hambatan pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia lintas negara. (*)

Artikel ini telah dibaca 187 kali

Baca Lainnya

Dukung Indonesia Bebas TBC 2030, PT Vale Gencarkan Sosialisasi PHBS

21 April 2026 - 14:55

Bantu Tekan Risiko Stunting di Bumi Mekongga, PT Vale Terima Penghargaan Khusus

20 April 2026 - 15:28

PJW Bongkar Praktik Galian C Ilegal di Wakatobi, Oknum APH Diduga Terlibat

18 April 2026 - 10:55

Bidik Prestasi Nasional, PT Vale dan Disdik Kolaka “Upgrade” Skill Guru Lewat Bimtek OSN

13 April 2026 - 17:27

Pendaftaran Ditutup, 7 Figur Siap Disaring Ketat di Pilrek USN

13 April 2026 - 08:19

Sabet 5 PROPER Hijau, PT ANTAM Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan

13 April 2026 - 07:58

Trending di Berita Utama