SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Hanya dalam hitungan hari pasca diterjang banjir bandang, Jembatan Gantung Dusun Belawae yang nyaris hancur berhasil dibangkitkan kembali.
Aksi cepat Koramil 1407-15/Mare dipimpin langsung Danramil Kapten Inf Muhammad Arsyad bersama puluhan warga lokal menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong.
Pada Selasa (8/7), tim gabungan TNI dan warga bahu-membahu memikul kayu, memaku lantai jembatan yang rusak parah, dan memasang penguat struktur.
Tak hanya itu, rambu-rambu peringatan dini juga dipasang di titik rawan banjir untuk antisipasi ke depan.
“Kami enggak mau warga terisolasi. Jembatan ini nadi kehidupan mereka!” tegas Kapten Arsyad, yang terlihat ikut membaur mengangkat material bersama warga.
Berkat kerja keras mereka, jembatan yang semula hampir tersapu arus kini sudah bisa dilalui lagi.
“Alhamdulillah, anak-anak bisa sekolah lagi, kami bisa mengangkut hasil kebun. Salut untuk TNI!” ujar Pak Darwis (45), salah seorang warga yang ikut serta.
Tak sekadar perbaikan fisik, Koramil Mare juga menggiatkan edukasi kebencanaan dan ajakan menjaga lingkungan.
“Banjir bisa dicegah kalau kita semua peduli. Mari jaga kebersihan sungai dan drainase!” imbau Kapten Arsyad.
Aksi cepat Koramil Mare langsung dapat pujian dari Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus.
“Ini contoh nyata TNI hadir untuk rakyat. Mereka tak hanya perbaiki jembatan, tapi juga bangun semangat kebersamaan!” tegasnya.
Kini, Desa Ujung Tanah perlahan pulih. Kisah kolaborasi TNI dan warga ini menjadi pelajaran berharga: bencana bisa dihadapi ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama. (WRD)






