SULTRAKITA.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan (promkes) di wilayah operasinya. Kegiatan terbaru digelar di Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Selasa (10/3).
Program ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah di desa sekitar wilayah operasional perusahaan.
Senior Coordinator Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani,<span;> menjelaskan, promkes kali ini difokuskan pada upaya pencegahan dua penyakit yang masih menjadi perhatian, yakni demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC).
“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan promkes lanjutan untuk PT Vale IGP Pomalaa di Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula. Sebenarnya kegiatan ini sudah rutin kita laksanakan setiap bulan, hanya saja lokasinya berpindah sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemilihan materi tentang DBD berkaitan dengan mulai masuknya musim penghujan yang berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit tersebut.
“Kenapa kita angkat materi penanggulangan DBD, karena sekarang sudah mulai masuk musim penghujan. Kemungkinan wabah DBD juga bisa meningkat. Walaupun di Ulu Baula tahun lalu katanya nol kasus, tapi kita tetap harus menjaga supaya tidak terjadi,” katanya.
Selain DBD, masyarakat juga diberikan pemahaman terkait pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya eliminasi TBC pada 2030.
“Kenapa TBC juga kita angkat? Karena kita ingin turut membantu program pemerintah terkait pemberantasan TBC pada 2030. Kalau tidak kita bantu gencar kampanye ke masyarakat, target bebas TBC itu akan sulit tercapai,” jelasnya.
Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi kegiatan promosi kesehatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit sejak dini.
“Bagaimana memberikan upaya penyadaran kepada kita semua, bagaimana cara mencegah demam berdarah ini, sebentar materinya akan diberikan oleh narasumber. Saya berharap materi yang diberikan hari ini betul-betul bisa kita serap dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berinisiasi sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula. Hj. Sukmawati mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan awal penyakit DBD.
“Kami memberikan edukasi tentang DBD, mulai dari gejala-gejala DBD, kemudian penanganan awal secara sederhana di rumah tangga, hingga mengenali gejala lanjutnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah utama mencegah berbagai penyakit menular.
“Semoga masyarakat kita bisa melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah beberapa penyakit, terutama penyakit menular,” katanya.
Menurutnya, hingga tahun ini Desa Ulu Baula tercatat tidak mengalami kasus demam berdarah. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan melalui upaya pencegahan yang konsisten.
“Berdasarkan data yang dipaparkan, sampai tahun 2025 tidak ada kejadian DBD di Desa Ulu Baula. Karena itu kita harus terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kunci utama pencegahan penyakit adalah konsistensi masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Kuncinya ketika kita melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, insyaallah beberapa penyakit bisa dicegah,” pungkasnya. (bak)






