Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Nov 2026 18:40

Pemilik Kayla Safety Buka Suara soal Tudingan Transaksi APD PT LCI


 Pemilik Kayla Safety Buka Suara soal Tudingan Transaksi APD PT LCI Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Pemilik Toko Kayla Safety, Andi Prastika Dewi, membantah mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam transaksi pembelian sepatu keselamatan kerja (safety shoes) yang diduga berkaitan dengan Alat Pelindung Diri (APD) milik PT Leighton Contractors Indonesia (LCI) di kawasan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Klarifikasi tersebut disampaikan Andi menyusul adanya pemberitaan yang mengaitkan tokonya dengan dugaan penadahan APD perusahaan. Ia menegaskan, pihaknya tidak mengetahui adanya persoalan dalam mekanisme pengadaan maupun pendistribusian barang ketika seseorang menawarkan sepatu keselamatan kerja kepada tokonya.

Andi mengatakan, dirinya telah menemui pihak LCI untuk meminta penjelasan mengenai persoalan tersebut. Menurut keterangannya, pihak perusahaan menyampaikan tidak merasa kehilangan barang sebagaimana isu yang berkembang.

“Saya sudah bertemu dengan pihak Leighton. Mereka menyampaikan tidak merasa kehilangan barang dan tidak pernah melaporkan kehilangan kepada media,” kata Andi, Selasa (3/11/2026).

Untuk memastikan asal-usul APD tersebut, Andi juga mengaku telah menemui penjual dan meminta penjelasan. Dalam pertemuan itu, menurut Andi, penjual menerangkan bahwa sepatu tersebut merupakan APD yang semestinya dibagikan kepada karyawan baru. Namun, barang itu tidak didistribusikan sebagaimana mestinya dan justru dijual kepada pihak toko.

Baca juga :  Bebas PHPU, KPU Bone Tetapkan Perolehan Kursi Parpol dan 45 Anggota DPRD Terpilih

Penjual bahkan mengakui telah menggunakan kewenangannya tidak sesuai dengan peruntukan. “Saya memang bersalah di sini, Kak. Saya menyalahgunakan kewenangan yang diberikan kepada saya. Semestinya sepatu itu saya bagikan kepada karyawan saya, tetapi saya tidak membagikannya dan justru menjualnya ke toko,” demikian pernyataan penjual sebagaimana dikutip Andi.

Penjual juga menyebut persoalan tersebut bukan pencurian, melainkan penyalahgunaan kewenangan. “Ini bukan pencurian, Kak, tetapi penyalahgunaan,” ujar penjual sebagaimana disampaikan Andi.

Andi mengatakan bahwa keterangan tersebut diperoleh dari orang yang menawarkan dan menjual APD tersebut. Andi menegaskan Kayla Safety tidak mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan ketika transaksi pembelian berlangsung.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan transaksi pembelian sebagaimana umumya, tanpa mengetahui adanya persoalan penyalahgunaan kewenangan penyaluran APD tersebut.

Sebagai bentuk sikap kooperatif, Andi menyatakan Kayla Safety bersedia mengembalikan sepatu keselamatan kerja yang dipersoalkan setelah memperoleh persetujuan atau arahan resmi dari manajemen LCI.

Ia menjelaskan, dalam pertemuannya dengan pihak perusahaan, dirinya disarankan agar barang tersebut untuk sementara disimpan sampai persoalan memperoleh kejelasan.

Baca juga :  Dinilai Utamakan Subsidi Pesawat Daripada Galian C, Bupati Wakatobi Didemo Warga

“Kami bersedia mengembalikan sepatu tersebut setelah ada persetujuan dari pihak Leighton. Untuk sementara, APD itu kami simpan sambil menunggu kejelasan dan arahan lebih lanjut dari perusahaan,” katanya.

Menurut Andi, sikap tersebut merupakan bentuk keterbukaan pihak toko untuk menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang disepakati bersama perusahaan.

Andi berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melihat persoalan secara lebih utuh. Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap.(*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Pengenaan Pajak MBLB atas Overburden di Luwu Timur Jadi Sorotan

5 November 2026 - 14:44

Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional

4 November 2026 - 14:45

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, SMKN 9 Kolaka Resmi Kantongi Lisensi BNSP sebagai LSP Pihak Pertama

3 November 2026 - 19:16

Lantik 10 Pejabat, Bupati Kolaka Tekankan Pelayanan Publik yang Lebih Berkualitas

2 November 2026 - 22:55

Tingkatkan Kompetensi Siswa, SMKN 9 Kolaka Siapkan 90 Alumni Bekerja di PT PAMA

2 November 2026 - 21:15

Buka SENADA 2026, Rektor USN Kolaka Dorong Inovasi Pendidikan yang Berdampak bagi Masyarakat

2 November 2026 - 16:28

Trending di Berita Utama