Menu

Mode Gelap

Wakatobi · 23 Feb 2026 22:20

Abrasi Ancam Pantai Wambuliga, Balai Taman Nasional Wakatobi Tekankan Penanganan Serius


Abrasi Ancam Pantai Wambuliga, Balai Taman Nasional Wakatobi Tekankan Penanganan Serius Perbesar

SULTRAKITA.COM, WAKATOBI — Abrasi yang terus menggerus pesisir Pantai Wambuliga, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kini menjadi alarm serius bagi semua pihak.

Keindahan pantai yang selama ini menjadi kebanggaan warga perlahan terancam, memantik perhatian langsung dari Balai Taman Nasional Wakatobi.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Wangi-Wangi Balai Taman Nasional Wakatobi, La Fasa, turun langsung meninjau kondisi pesisir yang kian terkikis.

Bersama petugas balai, Ia melihat dari dekat dampak kerusakan yang bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat sekitar.

Menurut La Fasa, kondisi pantai saat ini membutuhkan penanganan serius, baik dari aspek kebencanaan maupun dalam menjaga potensi daerah.

Sejumlah titik mengalami kerusakan cukup parah, dipicu aktivitas pengambilan pasir yang berlebihan serta diperparah oleh faktor alami, seperti musim angin barat yang memicu gelombang tinggi dan mempercepat abrasi.

“Sayang sekali jika pantai ini rusak karena pengambilan pasir yang tidak terkendali. Dampaknya bisa memicu ancaman lain, termasuk gelombang tinggi yang membahayakan,” ujarnya, Senin (23/2).

Baca juga :   Polres Wakatobi Gagalkan Transaksi Narkotika di Kelurahan Wanci

Abrasi di beberapa titik bahkan disebut telah mencapai 3 hingga 5 meter. Kondisi ini dinilai mendesak untuk segera dilakukan rehabilitasi pesisir guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Sebagai salah satu destinasi wisata bahari andalan, Wambuliga tak boleh dibiarkan terus tergerus. La Fasa mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata maupun badan penanggulangan bencana agar segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan kawasan tersebut.

Disela peninjauan, Ia juga mengajak pemerintah desa, warga, serta pegiat lingkungan untuk bersama-sama mencari solusi. Pengambilan pasir di wilayah pantai, tegasnya, harus dihentikan dan dialihkan ke lokasi lain yang lebih aman.

Upaya teknis seperti pembangunan talud penahan ombak maupun rehabilitasi vegetasi pantai dinilai penting untuk meredam laju abrasi sebelum merambah ke permukiman warga.

Kekhawatiran yang sama disampaikan Kepala Desa Sombu, La Ndilu. Ia mengungkapkan abrasi kini sudah sangat meresahkan, sebab beberapa pohon kelapa tumbang akibat terkikisnya daratan, bahkan menimpa perahu nelayan yang bersandar di pesisir.

“Beberapa hari lalu ada perahu nelayan yang baru saja diturunkan. Paginya sudah rusak tertimpa pohon kelapa yang tumbang,” tuturnya.

Baca juga :   Ketua DPRD Kolaka Hadiri Musrembang di Samaturu

Jika tak segera ditangani, abrasi di Pantai Wambuliga bukan hanya mengancam bentang alam, tetapi juga menggerus sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Kolaborasi cepat dan nyata menjadi kunci agar keindahan dan keberlanjutan pantai ini tetap terjaga untuk generasi mendatang. (RUN)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Baca Lainnya

Judi Sabung Ayam di Desa Ollo Resahkan Warga, Arena Berada Dekat Permukiman

26 Mei 2026 - 10:11

Marak Judi Sabung Ayam di Desa Peropa, Warga Resah Minta Aparat Segera Bertindak

25 Mei 2026 - 16:30

Miras Golongan B Beredar di Wakatobi, Diduga Langgar Perda

22 Mei 2026 - 22:08

Usai Ditolak PTUN, Gugatan Eks Pengurus STAI Wakatobi Kembali Kandas di PN Wangi-Wangi

21 Mei 2026 - 17:02

Judi Sabung Ayam Kembali Marak di Desa Wungka

21 Mei 2026 - 12:31

26 Mahasiswa Eks STAI Wakatobi Ikuti Wisuda Daring STIT Bandung, Dr Suruddin Sebut Upaya “Selamatkan Mahasiswa”

20 Mei 2026 - 17:18

Trending di Berita Utama