SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Cabai Rawit merupakan salah satu kebutuhan komoditi pangan yang banyak dicari warga dan menjadi kebutuhan pokok, namun disisi lain harga bahan pangan tersebut terkadang melonjak tajam, apalagi menjelang hari besar seperti Ramadhan, Idul fitri maupun Idul Adha.
Cabai Rawit juga disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi laju inflasi sehingga berpengaruh pada daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin memaparkan hal tersebut ketika diwawancarai awak media, Selasa (25/2).
“Jelang Ramadhan Satu komoditas yang mengalami kenaikan saat ini adalah cabe rawit harganya mencapai 70 ribu perkilo,” singkatnya.
Lebih lanjut ia juga memberikan solusi untuk mengatasi adanya kenaikan harga cabe sehingga harga komoditas tersebut dapat teratasi.
“Kita harus memaksimalkan tanam pekarangan terutama cabe rawit, sehingga kita tidak perlu lagi membeli, karena ternyata salah satu faktor yang mempengaruhi Inflasi adalah Cabe Rawit, inflasi itukan dipengaruhi oleh harga komoditas, dan yang sering bermasalah selama saya di DPR itu adalah Cabe Rawit, ” ujarnya.
Andi Akmal juga menyebutkan pentingnya jalinan sinergitas, dalam hal ini stake holder terkait untuk bergerak secara bersama-sama melaksanakan penanaman pangan pekarangan utamanya cabai.
“Oleh karenanya kedepan kita akan bersinergi bersama Dinas Pertanian Dinas Ketahanan Pangan bahkan pihak kepolisian juga punya program sendiri terkait penanaman, tetap didorong juga penanaman dalam jumlah besar oleh para petani, dan kita harus pastikan tidak ada masalah dalam distribusi, dalam niaga,” pungkas Akmal Pasluddin. (WRD)






