Menu

Mode Gelap

Sulselkita · 17 Nov 2025 13:41

Debut Spektakuler di OPSI: Tim SMP Athirah Bone Langsung Sabet Medali Emas


Debut Spektakuler di OPSI: Tim SMP Athirah Bone Langsung Sabet Medali Emas Perbesar

SULTRAKITA.COM, SURABAYA – Sebuah prestasi gemilang lahir dari tangan dua siswi belia Aisyah Inara dan Sri Mutia Lestari. Tim siswi kelas VIII SMP Islam Athirah Bone ini, berhasil mengukir nama sekolah mereka di peta nasional, serta membawa harapan baru bagi pelestarian budaya lokal.

Melalui inovasi cerdas berjudul “WANA-CUS (Wanua Cultural Sustainability): Revitalisasi Wanua Museum Berbasis Augmented Reality (AR)”, mereka menyabet Medali Emas pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025.

Keberhasilan ini istimewa. Ini adalah pertama kalinya tim penelitian SMP Islam Athirah Bone melangkah ke tingkat nasional dan langsung naik podium tertinggi. Sebuah debut yang spektakuler.

Dibalik nama yang terdengar teknis, WANA-CUS menyimpan misi yang mendalam: menyelamatkan memori kolektif generasi muda Kabupaten Bone akan warisan budayanya. “Wanua” dalam bahasa Bugis berarti “negeri” atau “kampung halaman”.

Melalui aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) ini, Aisyah dan Mutia menghidupkan kembali koleksi Museum Wanua, membuatnya bisa diakses, dipelajari, dan dikenali oleh remaja dengan cara yang modern dan interaktif.

Baca juga :   GTRA Summit 2022, Presiden Jokowi Disambut Tari Sajo Mo'ane Wakatobi

“Ini adalah upaya kami untuk mendukung cultural sustainability atau keberlanjutan budaya di kalangan remaja Bone. Kami ingin teman-teman sebaya justru menjadi garda terdepan dalam melestarikan warisan leluhur,” ujar Aisyah.

Euforia kemenangan terasa di Universitas Surabaya (Ubaya), tempat final dan penganugerahan berlangsung pada 10-16 November 2025. Dalam foto usai pengumuman, raut wajah keduanya memancarkan kebahagiaan dan kebanggaan, menggenggam erat sertifikat, medali emas, serta hadiah pembinaan.

Namun, jalan menuju emas tidaklah mulus. Prestasi ini adalah buah dari kesabaran, ketekunan, dan dukungan tanpa henti. Kepala SMP Islam Athirah Bone Nuraeni dalam wawancaranya menyampaikan rasa syukur yang mendalam.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat minat siswa di bidang penelitian semakin membara, terutama dalam dua tahun terakhir. Semangat ini adalah modal berharga,” ujarnya.

Wanita kelahiran Butta Panrita Lopi itu dengan tegas menyatakan bahwa kemenangan ini adalah hasil kolaborasi.

“Prestasi Aisyah dan Mutia adalah cermin dari dukungan orang tua, dedikasi guru pembimbing, fasilitas yang memadai, dan lingkungan belajar yang selalu mendorong anak-anak untuk berinovasi.” pungkas Nuraeni.

Baca juga :   Mantapkan Pergerakan di Pilkada 2024, Sipakariomi Bentuk Tim Sukses; Ketua Andi Yaqkin Padjalangi

Sosok kunci lainnya adalah Wahidah Febriyah Ramadhani, pembina ekskul KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) sekolah. Dialah yang dengan setia dan sabar mendampingi setiap langkah tim, dari penyusunan proposal hingga persiapan menuju podium nasional.

Kemenangan dua siswi dari Bone merupakan cerita tentang bagaimana semangat muda mampu melahirkan karya yang tidak hanya memenangi kompetisi, tetapi juga memiliki arti bagi masyarakat.

Mereka membuktikan bahwa generasi Z bisa menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi, membawa “wanua”-nya melangkah percaya diri di panggung Indonesia. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Mentan Amran Bukber Di Kampung Halaman, Tegaskan Pejabat Sebagai Pelayan Masyarakat

19 Maret 2026 - 23:55

Wabup Bone Hadiri HLM TPID dan TP2DD Sulsel, Bahas Stabilisasi Harga Jelang HBKN

13 Februari 2026 - 16:38

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti Massal di Pasar Palakka, Wujudkan Gerakan ASRI

13 Februari 2026 - 14:17

Dialog Bupati Bone dan Warga Awangpone, Perpanjangan Runway Bandara Direstui hingga 2.500 Meter

29 Januari 2026 - 21:06

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti, Eks Lapas Disiapkan Jadi Pusat Pembinaan Sosial

27 Januari 2026 - 17:57

Jelang Tahun Baru, TNI Bersih-bersih TMP Bone sebagai Wujud Hormat kepada Para Pahlawan

30 Desember 2025 - 17:55

Trending di Sulselkita