Menu

Mode Gelap

Sulselkita ยท 31 Mar 2023 10:45

Intip Fasilitas Taman Kehati PT Vale yang Diresmikan Presiden Jokowi


Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Kamis (31/3/2023) Perbesar

Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Kamis (31/3/2023)

SULTRAKITA.COM, Sorowako – Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallace yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo, Kamis (31/3/2/2023) memiliki berbagai fasilitas yang menarik. Apa saja fasilitasnya? berikut ulasannya.

Taman Kehati memiliki fasilitas

1. Pusat Persemaian seluas 2,5 Ha

Nursery

Pusat persemaian yang digunakan sebagai fasilitas pembibitan tanaman untuk kebutuhan reklamasi lahan pasca tambang. Fasilitas yang dibangun PT Vale sekitar tahun 2007 ini memiliki kapasitas produksi pertahun mencapai 700.000 bibit dengan 60 jenis tanaman. Pusat persemaian PT Vale memproduksi bibit tanaman perintis, tanaman lokal, tanaman endemik, MPTS dan tanaman ornamental, selain untuk memenuhi kebutuhan reklamasi, PT Vale juga rutin membagikan bibit kepada masyarakat baik untuk keperluan personal maupun untuk keperluan program pemerintah. Pusat persemaian PT Vale telah memperbanyak bibit lebih dari 60 jenis, Pusat persemaian dapat berproduksi sampai 3 siklus per tahun untuk jenis-jenis bibit cepat tumbuh, sementara untuk jenis-jenis bibit lokal berdaur panjang hanya bisa bisa berproduksi 1-2 siklus saja.

2. Arboretum seluas 5 Ha

arboretum

Konsersvasi ex-situ lebih dari 74 Jenis pohon lokal dan endemik dari hutan yg ditambang, ditanam di areal arboretum seluas 5 Ha di sekitar areal pusat pembibitan

Baca juga :   Pemda Bone Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

3. Penangkaran Rusa seluas 2 Ha

arboretum

Merupakan tempat penangkaran hasil kerjasama dengan balai besar KSDA Sulselbar, Luas areal penangkaran 2 Ha. Jumlah rusa saat ini 18 ekor, populasi pernah mencapai 28 ekor, 10 diantaranya dilepasliarkan oleh BKSDA dan disebar ke tempat penangkaran lain.

4. Mining Park (Terintegrasi dengan Arboretum)

Salah satu alat berat yang berada di area mining park

Merupakan taman alat berat yg penah digunakan untuk aktivitas penambangan di PTVI, lokasinya terintegrasi dengan arboretum. Terdapat 8 jenis alat berat yang dipajang sebagai wahana edukasi bagi pengunjung, alat berat tersebut antara lain :
1. Haul Master
2. Dump Truck
3. Front Shovel
4. Telehandler
5. Backhoe loader
6. Mobile Grader
7. Excavator
8. Bulldozer D8

5. Showcase Area seluas 1,4 Ha


Merupakan taman yang akan difungsikan sebagai rute edukasi jarak pendek bagi pengunjung taman kehati yang didalamnya akan dikembangkan taman berbagi jenis Bunga, tanaman ornamental lainnya serta spot untuk ber-swa foto, terdapat plaza utama yang memamerkan batuan bahan dasar pembentuk mineral nikel dan beberapa jenis produk samping (slag) hasil pengolahan pabrik PTVI. Dalam pengembangannya di areal ini akan dibangun pula kubah (Dome) Kupu-kupu sebagai sarana edukasi proses biologi terbentuknya ulat dan kupu-kupu sebagai salah satu biota penting dalam ekosistem

Baca juga :   A Fahsar M Padjalangi Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Terdapat pula 5 alat penunjang aktivitas penambangan dipajang dilokasi ini sebagai wahana edukasi bagi pengunjung
1. Fire Truck
2. Skid steer
3. Drill – Tamrock
4. Bulldozer D8
5. Backhoe case

6. Taman Kupu-kupu

Taman Kupu-kupu

Taman ini dibuat dengan tujuan sebagai habitat buatan untuk mengkonservasi berbagai jenis kupu-kupu terutama ditujukan sebagai habitat hidup bagi Kupu-kupu endemik Cytosia myrina. Pembangunan taman kupu-kupu ini diharapkan dapat meningkatkan populasi kupu dan menambah jenis kupu-kupu yang hidup disekitar taman kehati. Beberapa jenis kupu-kupu yang sudah teridentifikasi hidup di areal taman kehati antara lain : Appias zarinda, Catopsilia pomona, Catopsilia scylla, Cethosia sp. (Probably C Myrina), Euploea sp, Graphium agamemnon, Graphium androcles, Graphium anthedon, Graphium eurypylus, Graphium reshus, Lamproptera meges, Moduza lymire, Pachliopta polyphontes, Papilio Gigon, Papilio helenus, Papilio memnon dan Papilio peranthus. (*)

Artikel ini telah dibaca 490 kali

Baca Lainnya

Mentan Amran Bukber Di Kampung Halaman, Tegaskan Pejabat Sebagai Pelayan Masyarakat

19 Maret 2026 - 23:55

Wabup Bone Hadiri HLM TPID dan TP2DD Sulsel, Bahas Stabilisasi Harga Jelang HBKN

13 Februari 2026 - 16:38

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti Massal di Pasar Palakka, Wujudkan Gerakan ASRI

13 Februari 2026 - 14:17

Dialog Bupati Bone dan Warga Awangpone, Perpanjangan Runway Bandara Direstui hingga 2.500 Meter

29 Januari 2026 - 21:06

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti, Eks Lapas Disiapkan Jadi Pusat Pembinaan Sosial

27 Januari 2026 - 17:57

Jelang Tahun Baru, TNI Bersih-bersih TMP Bone sebagai Wujud Hormat kepada Para Pahlawan

30 Desember 2025 - 17:55

Trending di Sulselkita