SULTRAKITA.COM, Kolaka – Empat mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terlibat dalam program kemanusiaan bertajuk Kampus Mengajar di Malaysia. Program ini merupakan hasil kerja sama antara kampus INTI International University Malaysia dengan beberapa kampus ternama di Indonesia salah satunya adalah USN Kolaka, dengan fokus pada pemberantasan buta aksara dan pendidikan anak-anak Indonesia usia SD dan pra-sekolah di Sanggar Bimbingan (SB).
Sanggar Bimbingan adalah tempat belajar informal yang didirikan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang lahir di Malaysia. Beberapa lokasi SB yang ditempati oleh mahasiswa USN Kolaka yang menjadi sasaran program ini berada di Ladang Kosma (kebun sawit), Bahau, dan Selangor.
Ray Suryadi, dosen pendidikan Bahasa Inggris USN Kolaka sekaligus yang mendampingi para mahasiswa ini, menjelaskan bahwa program ini sangat penting untuk berbagai pihak.

Mahasiswa ngajar di sekolah malaysia
“Program kemanusiaan ini sangat bermanfaat untuk banyak pihak, baik bagi anak-anak Indonesia yang lahir dan tinggal di Malaysia, mahasiswa yang melakukan praktik mengajar, pengelola sanggar yang terbantu akan kehadiran pengajar, serta kampus pengirim dan penerima,” ungkapnya.
Menurut Ray, anak-anak dari pekerja migran ini berada dalam situasi yang rentan. Anak-anak ini sering kali tidak dapat mengakses sekolah formal di Malaysia akibat status mereka yang stateless (tanpa kewarganegaraan) dan kendala peraturan setempat. Status mereka sebagai stateless disebabkan oleh orang tua yang tidak memiliki dokumen resmi ketika bekerja di Malaysia, sehingga anak-anak tersebut tidak memiliki akta kelahiran maupun paspor.
Hal ini membuat mereka tidak dapat mendaftar di sekolah negeri maupun swasta yang biayanya tidak terjangkau. Jika tidak mendapatkan akses pendidikan, anak-anak ini berisiko menjadi Anak Tidak Sekolah (ATS) dan buta aksara.
Salah satu pengurus sanggar belajar mengatakan bahwa dia sangat bersyukur dengan datangnya mahasiswa untuk mengajar anak-anak di sini.
“Kalau tidak ada yang pengajar siapa yang akan mengajar mereka sementara kami juga bekerja, kami hanya menyediakan tempat untuk belajar mengajar” terangnya.
Program ini bukan hanya mendidik anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Selain menjadi guru dan pembimbing, mereka juga menjadi sahabat dan figur orang tua angkat bagi anak-anak pekerja migran tersebut.
Kehadiran mahasiswa USN Kolaka di SB membantu menjamin kontinuitas akses pendidikan, sekaligus memberikan harapan baru bagi anak-anak yang kurang beruntung.
Kerja sama internasional antara USN Kolaka dan INTI International University Malaysia ini diharapkan dapat menjadi model program kemanusiaan yang berkelanjutan, mengatasi hambatan pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia lintas negara. (*)






