SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE —Sebuah pemandangan tak biasa terlihat di puncak Bukit Cempalagi saat Dinas Pariwisata (D’Paris) Kabupaten Bone menggelar upacara memperingati HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Dengan tema “Ri Singkeru’ Cella’ Pute Ri Assingkerukenna Arung Palakka”, upacara yang digelar, Minggu (17/8) ini bukan sekadar seremoni, melainkan napak tilas heroisme leluhur Bone yang pernah berikrar membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan.
Bukit Cempalagi dipilih bukan tanpa alasan. Di sinilah Arung Palakka, Raja Bone ke-15, dahulu mengumandangkan tekad pembebasan rakyat Bone dari perbudakan.
Kadis Pariwisata Bone, Barham, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati terletak pada kebebasan berkarya.
“Ini simbol merdeka yang hakiki: kreativitas tanpa batas. Kami sengaja memilih lokasi bersejarah ini, tempat Arung Palakka berikrar, sekaligus destinasi wisata andalan kita. Indonesia merdeka, pariwisata mempesona,” ujarnya.
Suasana makin khidmat ketika seluruh staf D’Paris tampil dengan kostum ala pejuang kemerdekaan.
Namun, momen paling menggugah adalah ketika Bendera Merah Putih dibentangkan secara unik—disimpulkan (disingkeru’) diantara dua pohon di depan Gua Janci, tempat Arung Palakka pernah berikrar.
Dua pegawai dengan lincah memanjat pohon untuk mengikatkan sang saka merah putih, sebuah adegan yang mengingatkan pada perjuangan para pahlawan dahulu.
Di bawah kibaran bendera, Kadis Barham membacakan teks Proklamasi, diikuti pembacaan Sapta Pesona Wisata Indonesia oleh tujuh staf D’Paris, dipandu Sekretaris Dinas.
Suara mereka bergema di antara bukit-bukit, seakan menyatukan semangat kemerdekaan dengan visi memajukan pariwisata.
Tak hanya dihadiri aparatur dinas, upacara ini juga menyedot perhatian pengunjung Bukit Cempalagi yang turut serta memberi penghormatan kepada Sang Merah Putih.
Andi seorang wisatawan mengaku terharu, sebab gelaran upacara yang dikemas secara unik ini menghidupkan rasa nasionalisme.
“Ini pertama kalinya saya melihat upacara kemerdekaan digelar dengan cara seunik ini. Sungguh menghidupkan rasa nasionalisme,” ungkapnya penuh harum
Di penghujung acara, Kepala Dinas Pariwisata Bone H Barham berkomitmen untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, menggerakkan pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan.
“Selamat HUT ke-80 RI. Dari Bukit Cempalagi, kami berikrar: Pariwisata maju, Indonesia jaya,” pungkasnya. (WRD)






