Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 25 Mar 2024 21:30

Pemkab Bone Gelar Rembuk Stunting, Kajuara di Ganjar Penghargaan Kecamatan Zero Stunting


 Pemkab Bone Gelar Rembuk Stunting, Kajuara di Ganjar Penghargaan Kecamatan Zero Stunting Perbesar

SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Dalam upaya percepatan penurunan stunting tahun 2024 Pemerintah kebupaten Bone melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melaksanakan Rembuk Stunting.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung PKK, Jl. Andi Mappanyukki, Kota Watampone, Senin (25/3).

Dalam Rembuk Stunting ini panitia mengganjar penghargaan kepada Kecamatan Kajuara sebagai kecamatan zero Stunting dua tahun berturut-turut. Penghargaan juga diberikan pada Puskesmas Kajuara sebagai intervensi gizi di posyandu terbaik dua tahun berturut-turut.

Kepala UPT Bontocani-Kahu juga mendapat penghargaan sebagai UPT pencegahan keluarga beresiko terbaik dua tahun berturut-turut. Terakhir penghargaan diberikan kepada kepala desa Samrego kecamatan Kahu sebagai desa besar penduduknya yang zero Stunting dua tahun berturut-turut.

Sementara itu masih di tingkat kecamatan, keluarga beresiko stunting terbanyak adalah di Kecamatan Tanete Riattang, Ajangale, Sibulue .

Kegiatan yang dipimpin oleh PJ Sekda Bone, Andi Muhammad Guntur ini dihadiri perwakilan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Perangkat Daerah Bone, Perguruan tinggi, pers, LSM, serta para stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Andi Muhammad Guntur menuturkan penurunan stunting menjadi program nasional yang harus menjadi atensi pemerintah daerah.

Baca juga :  Pasien Jalani Perawatan di Ruang Isolasi Covid-19 RSUP Bahteramas Berkurang

“Oleh karena itu, kami berharap seluruh stakeholder terutama kepala OPD terkait, Camat dan kepala desa untuk turun langsung melakukan intervensi melalui kegiatan di masing-masing wilayah”.

Dengan adanya kerja kolaborasi dan sinergitas, Andi Muhammad Guntur optimis bisa mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024.

Sementara itu, perwakilan Bappelitbangda provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh A. Ilham Juliawan memaparkan tentang kebijakan pemerintah Gubernur Sulawesi Selatan dalam percepatan penurunan stunting sesuai RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan.

Kemudian Kepala Bappeda Bone Dr Ade Fariw Ashar memaparkan materinya terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone dalam menggerakkan OPD, Kecamatan, dan desa/kelurahan dalam Percepatan Penurunan stunting.

Narasumber berikutnya adalah drg. M. Yusuf sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone menyampaikan tentang penyebab-penyebab terjadinya stunting karena tingginya perokok yang serumah dengan balita dan juga kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan balita.

Narasumber terakhir adalah Kepala Dinas PPKB Kabupaten Bone memaparkan keluarga beresiko Stunting yang banyak dipengaruhi oleh perilaku hidup orangtua anak. Kadis PPKB menuturkan bahwa Kabupaten Bone merupakan Kabupaten terendah keluarga beresikonya.

Baca juga :  PT Antam Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Bone merupakan keluarga beresiko Stunting Terendah Persentasenya di Sulsel sebesar 15%.

Terakhir, perwakilan lintas sektor menanda tangani komitmen Percepatan Penurunan Stunting tahun rencana 2025. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

Baca Lainnya

Pendapatan PT Vale Melonjak 27 Persen, Tembus AS$896 Juta hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 09:09

USN Kolaka Gandeng PT PKSS, Jembatani Alumni Berkarier di Bank BRI

29 Oktober 2026 - 13:57

FISIEPRENEUR USN Kolaka Dorong Mahasiswa Berwirausaha

28 Oktober 2026 - 18:01

Buka Akses Pasar, Vale Indonesia Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM Morowali

28 Oktober 2026 - 16:53

Bupati Kolaka Soroti BBM Subsidi, HIV, hingga Aktivitas Siswa Larut Malam

28 Oktober 2026 - 12:01

GAKKUM Tegaskan Petani Wajib Patuh Aturan Penggunaan Kawasan Hutan

28 Oktober 2026 - 10:24

Trending di Berita Utama