SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Sebuah tragedi berdarah mengguncang Dusun Lawatu, Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Seorang petani berusia 58 tahun, Samsuddin bin Maming, tewas dengan luka parah setelah diserang secara brutal oleh MM (45), yang juga berprofesi sebagai petani.
Penyelidikan awal menyebutkan korban sedang bekerja di sawah miliknya ketika pelaku mendatanginya. Keduanya terlibat cekcok panas, yang kemudian berubah menjadi tragedi berdarah.
Dalam keadaan emosi, pelaku memerintahkan korban untuk mencabut parang miliknya sendiri. Namun, sebelum korban sempat bereaksi, pelaku tiba-tiba menyabetkan parang ke leher belakang korban.
Tak berhenti di situ, saat korban terjatuh, pelaku terus menggorok lehernya dan menghujamkan parang ke punggung serta menusuk perut korban hingga tewas di tempat.
Kondisi jasad korban sangat mengenaskan dengan luka terbuka di leher dan punggung, luka sayatan di dagu, serta Luka tusuk di perut.
Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi keji ini didorong oleh dendam lama. Pelaku mengaku sakit hati karena korban kerap memfitnahnya dengan cerita-cerita tidak jelas yang merusak nama baiknya. Akumulasi kemarahan itu akhirnya meledak dalam bentuk kekerasan brutal.
Setelah kejadian, jasad korban segera dibawa ke Puskesmas Dua Boccoe untuk pemeriksaan visum sebelum disemayamkan di kediaman duka. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti (BB) berupa sebilah parang yang digunakan dalam kejahatan tersebut.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap lebih jauh motif dan alur kejadian. Kapolsek Dua Boccoe memastikan situasa tetap kondusif pasca-kejadian dan mengimbau warga tidak mengambil tindakan di luar hukum. (WRD)






