SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat Bone Bersatu untuk menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB PP) di Kabupaten Bone, Selasa (19/8), berujung ricuh.
Bentrok antara massa dan aparat keamanan tak terelakkan. Suasana yang awalnya kondusif berubah panas hingga berlanjut sampai larut malam.
Sekitar pukul 14: 00 Wita, ribuan massa mulai memadati halaman Kantor Bupati Bone. Awalnya, aksi berjalan tertib dengan orasi yang menuntut kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Bone untuk berdialog langsung.
Namun situasi berubah tegang ketika diketahui bahwa Bupati dan Wakil Bupati Bone sedang berada di luar daerah. Kekecewaan massa pun memuncak hingga mereka melempar gelas air mineral ke arah Kantor Bupati.
Pemerintah daerah yang diwakili oleh Kepala Diskominfo Bone Anwar, Pj Sekda Bone Andi Saharuddin, dan Kepala Bappeda Bone Angkasa mencoba meredam situasi dengan membuka ruang dialog. Sayangnya, pembicaraan tersebut dinilai tidak memenuhi harapan para demonstran.
Akibatnya, menjelang malam, suasana kembali memanas. Massa mulai melemparkan berbagai benda ke arah aparat, hingga terjadi bentrokan yang semakin sulit dikendalikan.
Amir, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, mengaku khawatir dengan kericuhan tersebut.
“Mudah-mudahan bentrok ini cepat berakhir. Kami warga di sekitar sini takut imbasnya bisa mengenai rumah dan keluarga kami. Semoga segera ada solusi terbaik,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih berjaga ketat di sekitar Kantor Bupati Bone untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya bentrokan. (WRD)






