Menu

Mode Gelap

Wakatobi ยท 5 Jun 2021 18:12

Pemuda Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Mainan


Pemuda Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Mainan Perbesar

SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Masa Pandemi patutnya tidak mengurangi kreatifitas kita dalam berkarya, seperti halnya yang dilakukan Pemuda asal Pulau Tomia ini.

Muhammad Sukriman namanya, Pemuda 28 Tahun, warga Lingkungan Bahari Timur, Kelurahan Bahari, Kecamatan Tomia Timur ini merubah sampah Anorganik seperti plastik menjadi mainan dan aneka kerajinan lainnya.

Ide ini berawal saat Pandemi Covid-19 setahun lalu, Sukriman saat itu berjalan di seputaran Pantai di wilayah Tomia.

Banyak sampah plastik yang ia lihat berserakan di pantai itu menggugah hatinya, ia lalu mengumpulkan sampah tersebut lalu dibawa pulang.

Setibanya dirumah, sampah plastik dan sampah lain berupa potongan kayu, batok kelapa, dan bambu itulah yang kemudian ia ubah menjadi mainan dan aneka perkakas kebutuhan rumah tangga.

Semua prosesnya ia kerjakan secara manual. Berkat ketekunannya, Sukriman berhasil mengolah aneka sampah tersebut menjadi mainan dan hiasan seperti sendok garpu, alat tradisional (Heandu), gantungan kunci dari plastik, dan gelas dari kayu dan bambu.

Sukriman menjelaskan hasil kerajinan berupa mainan ia bagikan secara gratis kepada anak-anak di Lingkungannya, sementara souvenir ia jual sebagai cendramata bagi wisatawan atau menjadi aneka hiasan bagi penduduk lokal.

Baca juga :   Pemerintah Tongano Timur Larang Warga Membangun Di Dekat Sumber Air Te'e Lu'o

Ia menambahkan beberapa mainan sengaja ia bagikan kepada anak-anak mengingat dimasa Pandemi, aktivitas anak-anak lebih banyak dihabiskan dirumah.

” Sekaligus meransang pola pikir bagi anak untuk melestarikan lingkungan melalui daur ulang sampah menjadi mainan, tentunya ini bernilai edukasi tentang bagaimana menjaga lingkungan sekitar kita, ” ucap Sukriman, Sabtu (05/6).

Semangat Sukriman dimasa Pamdemi dengan mengumpulkan sampah dan mengubahnya menjadi aneka kerajinan dan mainan tentunya patut diapresiasi oleh berbagai pihak.

Selain bernilai edukatif untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, juga bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat. (AN)

Artikel ini telah dibaca 273 kali

Baca Lainnya

Bahaya Jual Rokok Ilegal, Sanksi Penjara 5 Tahun Hingga Denda Besar Menanti

28 April 2026 - 10:25

Rokok Ilegal Marak di Wakatobi, Masyarakat Resah, Penindakan Dinilai Masih Lemah

27 April 2026 - 19:17

PJW Bongkar Praktik Galian C Ilegal di Wakatobi, Oknum APH Diduga Terlibat

18 April 2026 - 10:55

Desakan Pengawasan dan Penertiban Tambang Galian C Ilegal di Wakatobi Menguat

12 Maret 2026 - 13:26

Aktivitas Tambang Galian C Kembali Marak di Wakatobi, Warga Keluhkan Debu dan Dugaan Penambangan Ilegal

10 Maret 2026 - 13:00

Marak Judi Sabung Ayam di Kaledupa Saat Ramadan, Isu Bekingan Oknum Polisi Mencuat

27 Februari 2026 - 19:02

Trending di Berita Utama