SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Suasana peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Bone mendadak heboh. Seorang pemuda nekat memanjat sebuah menara (tower) di kawasan Labempa, Kecamatan Tanete Riattang, Minggu (17/8).
Aksi itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan dengan rasa cemas.
Tim gabungan dari BPBD Bone dan Damkar Bone yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi. Setelah melakukan koordinasi, diputuskan dua petugas akan naik ke atas tower untuk mengevakuasi pemuda tersebut.
Namun, sebelum tim sempat mendekat, pemuda itu justru mengambil inisiatif turun sendiri, yang disambut sorak sorai warga yang merasa lega atas berakhirnya aksi nekat tersebut.
Diduga Depresi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemuda itu diketahui berasal dari Kolaka, Sulawesi Tenggara. Ia diduga mengalami depresi berat akibat masalah keluarga.
Seorang saksi mata bernama Marni mengungkapkan, sebelum memanjat tower, pemuda tersebut sempat terlihat beristirahat di masjid sekitar lokasi.
“Dari jam sembilan pagi dia sudah naik ke situ sampai ramai orang berkerumun. Kurang lebih tiga jam dia bertahan di atas tower,” jelas Marni.
Lebih lanjut, Marni mengatakan bahwa beban pikiran pemuda itu semakin berat setelah ayahnya diketahui tengah tersandung kasus hukum dan kini mendekam di Lapas Watampone.
“Dari Kolaka itu anak, sempatji dia baring-baring di masjid. Bapaknya sekarang ada di Lapas Watampone, mungkin itu yang bikin dia tambah tertekan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting betapa rentannya kondisi mental seseorang saat menghadapi tekanan hidup. Warga sekitar berharap pihak berwenang dapat memberikan pendampingan agar kejadian serupa tidak terulang. (WRD)






